Standar Rekayasa Sistem
Jump to navigation
Jump to search
Standar rekayasa sistem merupakan kumpulan dokumen normatif internasional, nasional, dan korporat yang mendefinisikan proses, metode, dan persyaratan yang diterapkan dalam rekayasa sistem pada seluruh tahap siklus hidup sistem.
Tujuan dan Fungsi
Tugas utama standar rekayasa sistem adalah:
- formalisasi proses rekayasa sistem;
- memastikan kompatibilitas antara berbagai peserta proyek;
- manajemen persyaratan, konfigurasi, kualitas, dan risiko;
- memastikan keterlulangan, efisiensi, dan keberlanjutan kegiatan rekayasa;
- integrasi dengan disiplin lain (rekayasa perangkat lunak, manajemen proyek, verifikasi dan validasi, dan sebagainya).
Standar Internasional Utama
- ISO/IEC/IEEE 15288: Standar ini menjelaskan proses siklus hidup sistem, mencakup proses teknis, manajerial, dan pendukung.
- ISO/IEC/IEEE 12207: Standar ini menjelaskan proses siklus hidup perangkat lunak, dan sering diterapkan bersama dengan ISO/IEC/IEEE 15288.
- INCOSE SE Handbook: Panduan rekayasa sistem dari International Council on Systems Engineering (INCOSE), yang diselaraskan dengan ISO 15288.
Standar Nasional dan Industri
- GOST R 57185:2016 — Siklus hidup sistem. Proses rekayasa sistem.
Penerapan Standar
Penerapan standar rekayasa sistem diperlukan dalam:
- pengembangan dan integrasi sistem teknis yang kompleks;
- perancangan objek berteknologi tinggi dan kritis;
- pelaksanaan kontrak untuk organisasi pemerintah dan internasional;
- sertifikasi proses dan pemenuhan persyaratan kualitas.
Keterkaitan dengan Bidang Lain
Standar rekayasa sistem diselaraskan dan diintegrasikan dengan:
- standar manajemen proyek (misalnya, ISO 21500, PMBOK);
- standar kualitas (misalnya, ISO 9001);
- standar manajemen risiko (misalnya, ISO 31000);
Lihat Juga
- Rekayasa Sistem
- Siklus Hidup Sistem
- INCOSE
- Manajemen Persyaratan