Pilihan (Pengambilan Keputusan)

From Systems analysis Wiki
Jump to navigation Jump to search

Pilihan — adalah proses preferensi terhadap sejumlah alternatif dari banyak alternatif lainnya, atau penolakan terhadap pilihan tertentu demi pilihan lain. Pilihan dapat bersifat sadar dan rasional, maupun intuitif atau impulsif, bergantung pada kondisi, tujuan, dan karakteristik subjek pengambil keputusan.

Keputusan dan Pilihan

Istilah "keputusan" bersifat multimakna dan mencakup pengertian-pengertian berikut:

  • sebagai himpunan alternatif yang tersedia, yang dipertimbangkan oleh subjek;
  • sebagai proses pencarian alternatif yang lebih disukai, meliputi analisis, perbandingan, dan penilaian;
  • sebagai hasil pilihan — alternatif tertentu yang dianggap terbaik;
  • sebagai tindakan manajerial atau normatif, yang diformulasikan dalam bentuk perintah, ketetapan, putusan pengadilan, dan sebagainya.

Secara khusus, pengambilan keputusan (bahasa Inggris: decision making) adalah jenis aktivitas intelektual yang spesifik, yang mengandaikan pemilihan yang beralasan terhadap varian terbaik (atau yang dapat diterima) (atau sekumpulan varian) di antara yang memungkinkan, dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan batasan.

Formalisasi Pilihan

Dalam kerangka analisis sistem, riset operasi, dan teori pengambilan keputusan, pilihan dipahami sebagai operasi atas himpunan alternatif, yang hasilnya adalah subhimpunan alternatif terpilih (yang dapat diterima, yang lebih disukai). Dalam praktiknya, paling sering dipilih satu varian, namun hal ini bukan merupakan syarat mutlak.

Proses pemilihan berkaitan erat dengan optimasi — pemilihan alternatif yang memaksimalkan atau meminimalkan fungsi tujuan yang ditetapkan. Hal ini menjadikan pilihan sebagai elemen sentral dalam teori efisiensi, manajemen, dan perancangan.

Kondisi Pemilihan

Pilihan dilakukan dalam berbagai kondisi informasional dan operasional, yang menentukan sifat metode yang digunakan:

  • Dalam kondisi kepastian — semua parameter dan konsekuensi diketahui. Dalam hal ini diasumsikan bahwa: semua alternatif yang mungkin diketahui; konsekuensi dari setiap varian ditentukan secara tunggal; tidak ada keacakan atau variabilitas dalam respons lingkungan terhadap tindakan yang dipilih.
  • Dalam kondisi risiko — karakteristik probabilistik dari hasil diketahui. Dimungkinkan beberapa hasil dari setiap keputusan; setiap hasil dikaitkan dengan probabilitas tertentu; probabilitas baik diketahui dari data statistik maupun dapat diestimasi secara beralasan (secara ahli atau empiris).
  • Dalam kondisi ketidakpastian — tidak terdapat informasi yang cukup untuk menilai hasil dan probabilitas. Dalam hal ini: tidak ada informasi yang dapat diandalkan mengenai probabilitas dan konsekuensi; hanya dimungkinkan penilaian kasar, kualitatif, atau berdasarkan keahlian; perilaku lingkungan tidak dapat diprediksi, atau informasi tidak memadai untuk membangun model formal.

Mode Pemilihan

Mode pemilihan dapat berupa:

  • tunggal — pilihan dilakukan sekali;
  • berulang — keputusan serupa diambil berkali-kali (misalnya, dalam manajemen operasional).

Kriteria penilaian alternatif dapat bersifat satu dimensi atau multikriteria (lihat optimasi multikriteria), baik kuantitatif maupun kualitatif.

Keterbatasan Rasionalitas

Dalam praktiknya, proses pemilihan seringkali dilakukan dalam kondisi:

  • informasi yang tidak lengkap, bertentangan, atau tidak dapat diandalkan;
  • biaya kesalahan yang tinggi;
  • keterbatasan waktu dan sumber daya;
  • kemampuan kognitif manusia yang terbatas.

Hal ini memerlukan keterlibatan kompetensi, intuisi, pengalaman praktis, serta penggunaan sistem pendukung keputusan otomatis dan metode analisis cepat.

Pilihan Rasional dan Optimal

Pilihan rasional — adalah pilihan yang dapat dibenarkan secara subjektif, dilakukan sesuai dengan sistem preferensi pengambil keputusan, meskipun tidak semua parameter masalah dapat diformalkan. Pilihan ini mengandaikan:

  • adanya logika internal (misalnya, transitivitas dan konsistensi preferensi);
  • kemungkinan penerapan prosedur eliminasi dan kompensasi kriteria;
  • pertimbangan penilaian individual terhadap nilai dan kelayakan varian.


Pilihan optimal direalisasikan dalam kerangka model yang diformalkan, di mana terdapat:

  • fungsi tujuan yang didefinisikan dengan jelas;
  • himpunan alternatif yang dapat diterima yang ditentukan;
  • kriteria yang dapat digunakan untuk menilai dan membandingkan setiap alternatif.

Pilihan Kolektif

Dalam banyak permasalahan, keputusan diambil oleh kelompok orang (kelompok pengambil keputusan) — badan kolegial, juri, komite, dewan, pemilih, dan sebagainya. Dalam hal ini muncul tugas agregasi preferensi individual menjadi keputusan kolektif.

Untuk itu diperlukan:

  • prosedur formal untuk koordinasi dan pemungutan suara;
  • metode pencapaian kompromi;
  • perlindungan dari manipulasi dan paradoks pilihan kolektif (lihat paradoks Arrow, teorema Condorcet, dan lain-lain).

Disiplin dan Arah yang Terkait

Aspek-aspek tambahan yang berkaitan dengan pilihan dibahas secara rinci dalam kerangka:

  • Teori utilitas — penilaian alternatif melalui fungsi preferensi;
  • Teori permainan — pemilihan strategi dalam kondisi interaksi kepentingan;
  • Analisis keputusan — penilaian keputusan dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian;
  • Metode pendukung pengambilan keputusan — algoritmisasi dan otomatisasi pilihan;
  • Manajemen risiko — pemilihan dengan mempertimbangkan penilaian dan pengelolaan risiko;
  • Bias kognitif dalam pengambilan keputusan — pengaruh psikologi dan persepsi terhadap pengambilan keputusan;

Lihat Juga

  • Teori pengambilan keputusan
  • Riset operasi
  • Optimasi
  • Analisis sistem