Operasi (Riset Operasi)
Operasi — dalam konteks riset operasi (RO) adalah suatu kegiatan (kompleks tindakan yang saling berkaitan) yang bertujuan dan terkelola, dipersatukan oleh satu konsep tunggal dan diarahkan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dengan menggunakan sumber daya tertentu serta dalam kerangka batasan yang telah ditentukan.
Operasi merupakan objek utama kajian dan pemodelan dalam riset operasi. Metode RO diterapkan untuk justifikasi kuantitatif atas keputusan optimal dalam perencanaan dan pengelolaan operasi.
Karakteristik Utama Operasi dalam RO
Operasi dalam riset operasi memiliki ciri-ciri kunci sebagai berikut:
- Bersifat aktivitas: Operasi selalu merupakan proses aktif yang mencakup:
- Tujuan — hasil yang diharapkan dan diinginkan.
- Sarana (Sumber Daya) — sumber daya material, waktu, finansial, manusia, dan informasi yang digunakan.
- Objek kegiatan — sistem, proses, atau situasi yang menjadi sasaran pengaruh untuk mencapai tujuan.
- Bersifat sistemik: Operasi dipandang sebagai sistem tindakan yang saling berkaitan, bukan kumpulan tindakan yang acak. Operasi memiliki konsep, yang menyiratkan adanya rencana dan koordinasi.
- Keterkelolaan: Pelaksanaan operasi bergantung pada keputusan yang dibuat oleh pengambil keputusan (PK). Terdapat parameter yang dapat dikendalikan dan dipilih oleh PK.
- Adanya alternatif: Biasanya terdapat beberapa cara (strategi) alternatif untuk melaksanakan operasi.
- Keterbatasan sumber daya: Operasi dilaksanakan dalam kondisi keterbatasan sumber daya yang tersedia.
- Adanya batasan: Terdapat kondisi (teknologi, ekonomi, waktu, dan lain-lain) yang harus dipatuhi.
Komponen Operasi sebagai Objek Pemodelan
Dalam pemodelan operasi di RO untuk analisis dan optimisasi, biasanya dibedakan komponen struktural berikut:
- Pengambil Keputusan (PK): Subjek yang bertanggung jawab atas pemilihan strategi dan parameter operasi.
- Tujuan operasi: Hasil yang diinginkan dan dirumuskan dengan jelas, sering dinyatakan melalui kriteria efektivitas.
- Alternatif (Strategi): Himpunan rencana atau rangkaian tindakan yang mungkin untuk melaksanakan operasi.
- Sumber Daya: Keseluruhan sarana yang diperlukan dan tersedia untuk pelaksanaan operasi.
- Batasan: Faktor-faktor yang membatasi pemilihan alternatif atau penggunaan sumber daya.
- Kriteria efektivitas: Indikator untuk menilai dan membandingkan alternatif (misalnya, keuntungan, biaya, waktu). Dalam model matematis sering direpresentasikan sebagai fungsi tujuan.
- Hasil (Keluaran): Hasil akhir operasi yang bergantung pada strategi yang dipilih dan, mungkin, pada kondisi eksternal (ketidakpastian, risiko).
Operasi dan Pengambilan Keputusan
Operasi selalu dikelola oleh PK yang bertanggung jawab atas:
- Perumusan tujuan operasi.
- Penentuan dan pemilihan parameter yang dapat dikendalikan.
- Penilaian alternatif dan pemilihan strategi terbaik.
Riset operasi menyediakan bagi PK metode dan model untuk:
- Formalisasi operasi.
- Analisis hasil yang mungkin.
- Justifikasi kualitatif dan kuantitatif atas pemilihan keputusan yang optimal atau rasional.
Operasi dalam Sistem Kompleks
Seringkali operasi yang dikaji dalam RO merupakan bagian dari sistem yang lebih besar dan kompleks serta dapat diorganisasikan secara hierarkis. Pengelolaan operasi semacam itu memerlukan penerapan pendekatan sistemik. Riset operasi berinteraksi erat dengan teori sistem dan teori pengambilan keputusan untuk analisis dan optimisasi operasi dalam sistem organisasi, teknis, dan ekonomi yang kompleks.
Literatur
- Ventzel E. S. Issledovaniye operatsiy: zadachi, printsipy, metodologiya. — M.: Nauka, 1988. (Atau edisi yang lebih baru)
- Taha, Hamdy A. Operations Research: An Introduction. — Pearson. (Cantumkan edisi, misalnya, 10th ed., 2017)
- Hillier, Frederick S.; Lieberman, Gerald J. Introduction to Operations Research. — McGraw-Hill Education.
Lihat Juga
- Riset operasi
- Analisis sistem
- Pengambilan keputusan
- Optimisasi
- Pemodelan
- Model matematis
- Fungsi tujuan
- Kriteria
- Batasan
- Tujuan
- Aktivitas
- Proses