Model Matriks Pengambilan Keputusan

From Systems analysis Wiki
Jump to navigation Jump to search

Model Matriks Pengambilan Keputusan

Model matriks pengambilan keputusan — adalah representasi formal dari masalah pemilihan dalam bentuk tabel (matriks), yang mencerminkan ketergantungan antara alternatif-alternatif yang mungkin dan kondisi eksternal yang menentukan hasil pemilihan. Model seperti ini digunakan dalam analisis keputusan dalam kondisi ketidakpastian, risiko, dan multikriteria.

Struktur Matriks

Model dibangun berdasarkan komponen-komponen berikut:

  • Alternatif (varian keputusan) — A₁, A₂, ..., Aₘ — baris matriks.
  • Kondisi lingkungan (skenario) — E₁, E₂, ..., E_d — kolom matriks.
  • Efektivitas parsial — Yᵢⱼ = fⱼ(Aᵢ), hasil untuk kombinasi Aᵢ dan Eⱼ.

Tabel seperti ini disebut matriks efektivitas parsial dan berukuran m × d, di mana setiap sel memuat penilaian hasil untuk pasangan "varian–kondisi" yang bersesuaian.

Interpretasi Efektivitas Parsial

Nilai Yᵢⱼ diinterpretasikan sebagai:

  • pendapatan atau keuntungan,
  • tingkat pencapaian tujuan,
  • utilitas atau preferabilitas hasil.

Jika penilaian memiliki sifat yang berbeda-beda, penilaian tersebut dapat dinormalisasi ke skala tunggal, misalnya dari 0 hingga 1.

Tujuan dan Keunggulan Model

Model matriks berfungsi sebagai dasar untuk:

  • penerapan kriteria pemilihan (Wald, Savage, Laplace, Hurwicz, dan lain-lain),
  • analisis perilaku pengambil keputusan tanpa pengetahuan tentang probabilitas,
  • pembenaran keputusan yang stabil,
  • peralihan ke pembangunan pohon keputusan dan skenario.

Keunggulan:

  • visualisasi dan keterstrukturan;
  • kesesuaian untuk pemrosesan komputasi;
  • universalitas.

Contoh Struktur Matriks

Alternatif Kondisi E₁ Kondisi E₂ ... Kondisi E_d
A₁ Y₁₁ Y₁₂ ... Y₁d
A₂ Y₂₁ Y₂₂ ... Y₂d
... ... ... ... ...
Aₘ Yₘ₁ Yₘ₂ ... Yₘd

Penerapan dalam Pengambilan Keputusan

Model matriks diterapkan:

  • dalam kondisi ketidakpastian — dengan kriteria deterministik;
  • dalam kondisi risiko — dengan probabilitas yang telah ditetapkan;
  • dalam analisis multikriteria — sebagai dasar untuk agregasi;
  • dalam sistem pendukung pengambilan keputusan.

Lihat Juga

  • Pengambilan keputusan dalam kondisi ketidakpastian
  • Analisis keputusan multikriteria
  • Pohon keputusan