Pemecahan masalah riset operasi merupakan upaya bersama, di mana klien yang memesan penelitian dan analis bekerja bersisian. Analis riset operasi, dengan pengetahuan mereka tentang kemampuan pemodelan, memerlukan pengalaman praktis dan pemahaman situasional yang dibawa oleh klien. Keberhasilan pada tahap-tahap sebelum diperolehnya solusi optimal dari model matematis sangat bergantung pada kreativitas dan pengalaman tim.
Karena faktor manusia yang “sulit dipegang”, sulit untuk memberikan resep yang tepat dalam menerapkan teori riset operasi ke dalam praktik; pada setiap kasus tertentu, metodologinya akan bersifat unik.
Secara umum, arah penerapannya dapat digambarkan sebagai tahapan tingkat tinggi berikut:
- Formalisasi masalah awal.
- Penyusunan model matematis.
- Pemecahan model.
- Validasi model.
- Penerapan solusi.
Memformalkan masalah membutuhkan penyelidikan atas domain tempat masalah tersebut muncul, atau tempat suatu tugas optimasi perlu dipecahkan. Ini merupakan tahap awal dari pekerjaan setiap tim peneliti. Setidaknya, tiga elemen mendasar dari masalah yang dipecahkan harus diidentifikasi:
- deskripsi alternatif solusi yang layak;
- identifikasi fungsi tujuan (atau fungsi-fungsi tujuan);
- identifikasi sistem kendala yang dikenakan pada solusi yang layak.
Dalam karya klasik Introduction to Operations Research oleh Churchman, Ackoff, dan Arnoff, dijelaskan enam tahap. Tahap perumusan masalah dipisahkan secara khusus. Kualitas perumusan masalah menentukan hasilnya. Kesalahan yang dibuat pada tahap ini membuat semua upaya selanjutnya untuk menyusun dan memecahkan model menjadi tidak bernilai. Selama perumusan masalah, dilakukan analisis komprehensif terhadap sistem, tujuannya, dan kemungkinan arah tindakan.
Secara luas, tujuan dari suatu studi riset operasi adalah untuk menentukan arah tindakan mana yang paling efektif. Oleh karena itu, kriteria efektivitas (atau sistem kriteria) harus ditetapkan. Para peserta studi, termasuk pengambil keputusan, dituntut untuk memahami hal-hal berikut:
- situasi mana yang dapat dimodelkan;
- bagaimana memperoleh data yang diperlukan untuk menyusun model;
- kapan penggunaan model dianjurkan, serta agar dilakukan dalam batas waktu dan biaya yang wajar;
- apa yang harus dilakukan untuk memperoleh manfaat dari interpretasi model dan penerapan praktis solusinya;
- apa keterbatasan model tersebut dan sejauh mana model itu sesuai dengan situasi sebenarnya.